Malaikat kecilku....
Aku selalu senang jika menyebutmu dengan sebutan malaikat kecil. Bukan karena tubuh kecilmu, atau suara imutmu, tapi lebih pada sebuah kebahagiaan. Bahagia karena engkau begitu istimewa, engkau bagaikan malaikat, melindungiku dari kegalauan, melindungiku dari kesedihan, melindungiku dari ketidakpastian hidup, melindungiku dari keputusasaan, melindungiku dari cercaan, melindungiku dari segala hal terburuk dalam hidupku.
Saat itu duniaku gelap, hampir tak kutemukan cahaya yang bisa menuntunku ke jalan yang disebut dengan kebahagiaan, tertatih aku menapaki jalan hidup. Kadang terseok dan bahkan jatuh dalam keputusasaan tak berujung. Kamu adalah malaikat kecil yang sengaja dikirim Tuhan untukku. Kamu menuntunku bangun dari keterpurukan hanya dengan seuntai senyum polos penuh harap. Kamu bersandar di bahuku dan sebuah energi luar biasa mengalir dalam aliran darahku, menyelinap dalam nadiku, teroksidasi menjadi kekuatan. kamu memelukku dengan tangan mungilmu, dan seketika nafasku selalu terhenti, air mata mengalir, otakku meregang, tanganku gemetar, dan selalu saja pelukmu membuatku menjadi lebih hidup dari sebelumnya.
Malaikat kecilku, malaikat kecilku, aku akan selalu memanggilmu dengan sebutan itu, sebagai bentuk syukurku atas kehadiranmu. Kini sudah 10 tahun usiamu, menemaniku, mengajakku tersenyum, memelukku hangat, membawaku pada dunia yang mengasyikkan, terlalu asyik bahkan. Aku mengenangmu sebagai malaikat kecilku, 10 tahun lalu, hari ini, bahkan sampai aku melihatmu tumbuh menjadi lelaki dewasa yang sukses.